Motivasi Hidup dari Sang Legend : Valentino Rossi



NewsPiratif.info ~ Siapa yang tidak mengenalnya. Sang Legenda Hidup yang kini masih aktif di arena lintas balapan. Di usia yang terbilang tidak muda lagi Rossi tetaplah Rossi. Dia adalah Trade Mark motor GP. Rasanya jika kita mendengar kata Moto GP maka yang terlintas di benak tidak lain tidak bukan adalah Valentino Rossi. Sebuah balapan tanpa kehadirannya serasa membosankan. Kamu boleh saja mengidolakan pembalap lain, namun tanpa kehadiran Rossi jagoanmu takkan menemukan lawan yang tangguh.

Ia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa, dengan 7 gelar juara dunia di kelas puncak (500cc/MotoGP) dan dua gelar di kelas 250cc dan 125cc. Menurut majalah olah raga terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan bergaji terbesar di duunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada 2007. 

Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc pada tahun 1997, sekali di kelas 250cc (1999), dan tujuh kali juara dunia di kelas puncak 500cc/MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009)., 

Karir Rossi tidaklah selalu berjalan mulus dan menyenangkan. Mengalami masalah dengan mesin, kecelakaan yang mengancam nyawa, dan berbagai hal lain membuatnya tak pernah berhenti menjadi pembalap tangguh.

Berikut beberapa Motivasi Hidup yang bisa kita pelajari dari Valentino Rossi.

1.Konsisten Mengejar Mimpi
Mengawali karir di kelas 125cc. Karir Rossi tidak berlangsung mudah dan mulus. Berbagai rintangan dia hadapi. Namun waktu demi waktu dia lalui untuk berproses mengejar mimpinya. Hingga beberapa kali menjadi juara dunia.

Jadi jika kamu mempunyai mimpi jangan pernah bosan untuk menggapainya. Jagalah mimpimu agar senantiasa hidup dan terus memberi motivasi untuk terus memperbaiki diri, belajar dan berusaha yang terbaik. Do it like Rossi.

2.Evaluasi dan Strategi
Menggunakan mesin dengan kwalitas terbaik bukan jaminan akan menguasai lintasan balap. Ada kalanya Rossi harus mengalami masalah dengan mesin dan berbagai hal teknis lainnya. Tak ada mesin yang benar-benar sempurna. Rossi tahu itu, dan senantiasa mengevaluasi mesinnya bersama tim mekaniknya.

Demikian pula dengan strategi dan teknik balapnya, Rossi senantiasa belajar dan terus memperbaiki diri. Jadi tidak ada salahnya kita belajar dari Rossi untuk senantiasa mengevaluasi kemampuan dan strategi kita dalam menggapai target dan tujuan hidup kita.

3.Temukan Tim Terbaik
Kita tidaklah bisa menjadi single fighter kita tetaplah membutuhkan tim yang terdiri dari berbagai skill dan keahlian. Layaknya Rossi yang selalu dikelilingi oleh orang-orang cerdas dan berbakat di bidangnya. Kita juga harus memenuhi lingkaran kita dengan orang-orang yang memiliki kecerdasan, pengalaman, kebijaksanaan dalam hidup. Belajarlah dari mereka, kita adalah cerminan orang-orang terdekat kita. 

Bertemanlah dengan banyak orang, namun dekatlah dengan yang terbaik. Bersinergi saling membantu untuk mencapai impian dan kebahagian hidup dunia dan akhirat.

4.Temukan Pertarungan Terbaik
Seorang petarung takkan dikatakan tangguh jika hanya hebat saat latihan. Oleh sebab itu kita membutuhkan sebuah kompetisi yang akan menguji kompetensi kita. Layaknya Rossi takkan menjadi pembalap tangguh jika musuhnya adalah orang-orang dengan kemampuan lemah. Semakin tangguh musuh kita semakin kuatlah kita.

Ini bukan berarti mengajarkan kita untuk mencari musuh. Ini mengajarkan kita untuk senantiasa membuat proyek dan kegiatan yang senantiasa menantang dan akan membuat kita mengeluarkan kemampuan terbaik kita.

Itulah tadi beberap motivasi hidup yang bisa kita pelajari dari seorang Valentino Rossi. Berikut beberapa prestasi Rossi yang sangat mencengangkan. 

Rekor 500 cc/MotoGP Valentino Rossi: 

•Pertama juara seri terbanyak sepanjang sejarah dengan 86 kemenangan.
•Pertama naik podium terbanyak sepanjang sejarah dengan 129 podium.
•Pertama naik podium terbanyak dalam satu musim dengan 16 podium di 2003, 2005 dan 2008.
•Pertama fastest lap terbanyak dalam satu musim dengan 12 fastest lap di 2003.
•Pertama poin terbanyak dalam satu musim dengan 373 point di 2008.
•Pertama podium secara berurutan dengan 23 podium berurutan, dari GP Portugal 2002 sampai GP Afrika Selatan 2004.
•Pertama fastest lap tercepat balapan dengan 73 lap, mengalahkan Giacomo Agostini dengan 69 lap.
•Kedua di kejuaraan dunia berturut-turut menang dengan 5 kali berturut-turut di kejuaraan dunia 2001-2005 bersama dengan Michael Doohan dengan 5 gelar juara dunia berturut-turut pada 1994-1998, di belakang Giacomo Agostini dengan 7 kali berturut-turut di kejuaraan dunia 1966-1972.
•Kedua sepanjang sejarah dengan 7 gelar juara dunia, di belakang Giacomo Agostini dengan 8 gelar juara dunia.
•Kedua sepanjang sejarah posisi pole terbanyak dengan 51 pole, di belakang Michael Doohan dengan 58.
•Kedua terbanyak memenangkan lomba dalam satu musim dengan 11 kemenangan pada tahun 2001, 2002 dan 2005 bersama dengan Giacomo Agostini, di belakang Michael Doohan dengan 12 kemenangan pada tahun 1997.
•Ketiga terbanyak posisi pole dalam satu musim dengan 9 kali posisi start terdepan pada tahun 2003 bersama dengan Casey Stoner dan Kevin Schwantz, di belakang Michael Doohan dengan 12 posisi pole pada tahun 1997, Wayne Gardner dan Freddie Spencer dengan masing-masing 10 posisi pole pada tahun 1987 dan 1985.
• Start terbanyak dalam kelas MotoGP, dengan 246 kali start mengalahkan Alex Barros yang hanya mengoleksi 245 kali start.
•Naik podium sebanyak 210 kali

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.